Jakarta, 20 Januari 2026 - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Sesmenko Kumham Imipas) R. Andika Dwi Prasetya menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor tentang Program Pelayanan Kepemudaan Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Selasa, (20/01) di Auditorium Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Yohan, membuka secara resmi kegiatan dengan membacakan sambutan Menpora. Ia menekankan bahwa Indonesia sedang berada pada fase strategis menuju puncak bonus demografi, di mana pemuda menjadi kekuatan utama pembangunan bangsa.
“Bonus demografi bukan sekadar fenomena statistik, melainkan peluang strategis yang apabila dikelola dengan tepat akan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” sampai Deputi Yohan .
Jumlah pemuda Indonesia pada tahun 2025 mencapai 66,83 juta jiwa atau sekitar 23,50 persen dari total penduduk, sehingga pelayanan kepemudaan harus diposisikan sebagai investasi strategis jangka panjang. Negara memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan pemuda memperoleh kesempatan yang adil dalam mengembangkan potensinya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya penguatan karakter pemuda sesuai arahan Presiden Republik Indonesia. “Pemuda Indonesia harus patriotik, gigih, dan empatik. Tanpa karakter yang kuat, kemajuan yang kita capai berisiko rapuh dan kehilangan arah,” sampainya.

Menurutnya, pembangunan karakter pemuda tidak dapat dilakukan secara sektoral, diperlukan Desain Besar Pembangunan Karakter Pemuda Nasional (DBPKPN) sebagai peta jalan bersama agar kebijakan dan program kepemudaan berjalan sistematis, terintegrasi, dan selaras dengan visi pembangunan nasional.
Dalam sesi paparan, Yohan, menyampaikan arah Program Pelayanan Kepemudaan Tahun 2026 beserta tantangan aktual pembangunan kepemudaan, seperti tingginya angka pemuda Not in Employment, Education or Training (NEET), ketimpangan pendidikan, serta persoalan kesehatan fisik dan mental. Ia menegaskan bahwa penanganan persoalan tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor yang berbasis data, dengan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sebagai instrumen utama perumusan kebijakan berbasis bukti.
Program Pelayanan Kepemudaan Tahun 2026 difokuskan pada dua pilar utama, yakni Penguatan Karakter Pemuda dan Penguatan Jati Diri Bangsa. Program ini akan diimplementasikan melalui berbagai kegiatan strategis, antara lain pelatihan kepemimpinan, pencegahan perilaku berisiko, pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan layak, peningkatan kualitas kepramukaan, Indonesia Youth Summit, serta pertukaran pemuda antarnegara.
Selanjutnya, Sesmenko Kumham Imipas, R. Andika Dwi Prasetya menyampaikan bahwa pembangunan kepemudaan memiliki irisan erat dengan penguatan karakter, kepatuhan hukum, dan penghormatan hak asasi manusia. "Kemenko Kumham Imipas siap mendukung dan berkomitmen dalam rangka mendukung program kerja Kemenpora dan membuka seluas-luasnya akses kerja sama dan sinergitas, terutama dalam hal kesadaran hukum, kegiatan penguatan budaya yang taat hukum dan etika publik.”, sampainya.
Sesmenko Andika juga menyampaikan data bahwa di Lembaga Pemasyarakatan terdapat sekitar 274.000 Warga Binaan, sebanyak 55% merupakan pemuda, bahkan 0,66% merupakan anak-anak. “Dengan adanya sekitar 42% usia produktif WBP, kami mengusulkan kepada Kemenpora untuk dapat ambil bagian masuk dalam program kepemudaaan di Lapas.”, usul Andika.
Melalui Rapat Koordinasi ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar kementerian/lembaga dalam menghadirkan pelayanan kepemudaan yang efektif, inklusif, dan berdampak nyata, sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Rapat turut dihadiri oleh Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora Yohan, Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas, Didik Darmanto; Sekretaris BPSDM Kemenhub, Wisnu Handoko; Asdep Pemuda Olga Setwapres Setneg, Erik Grinantara; Staf Ahli Bidang Ekonomi Kemenaker, Aris Wahyudi; Deputi IV Kemenko PMK, Prof Warsito; Sesdep Kemen PPA, Isyamni; Sekjen Kementerian Perdagangan, Isy Karim; Staf Ahli Kementerian Koperasi, Henry Navilah; Karo KSN Kemenko PM, Iman Pasli, serta para pemangku kepentingan yang memiliki keterkaitan langsung dengan pembangunan kepemudaan nasional.