Menu

Stafsus Randy Ajak Pegawai Lebih Cekatan dan Berani Berkontribusi

03 Feb 2026
Stafsus Randy Ajak Pegawai Lebih Cekatan dan Berani Berkontribusi
Berita Utama

Jakarta, 3 Februari 2026 — Apel Pagi virtual di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen kinerja aparatur sipil negara. Bertepatan dengan malam Nisfu Syakban, kegiatan ini dimanfaatkan untuk mengajak seluruh jajaran melakukan muhasabah atas kontribusi yang telah diberikan selama satu tahun terakhir bagi institusi.

Bertindak sebagai pembina apel, Staf Khusus Bidang Politik dan Kemasyarakatan, Randy Bagasyudha, mengajak seluruh pegawai untuk saling memaafkan dan menata kembali niat dalam pengabdian. “Mari kita gunakan momentum Nisfu Syakban ini untuk saling mengucapkan mohon maaf lahir dan batin atas segala perilaku kita selama satu tahun ke belakang. Kita perlu bermuhasabah, apa dan bagaimana yang sudah kita berikan untuk Kemenko Kumham Imipas,” ujarnya.

Dalam arahannya, Randy juga menyampaikan pesan Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, agar seluruh jajaran bekerja lebih cekatan dan responsif dalam menjalankan roda pemerintahan. “Pesan Bapak Menko Yusril jelas, kita harus lebih gesit dan sigap. Momentum ini juga menjadi ruang untuk saling mengingatkan agar kita terus maju bersama membangun Kemenko Kumham Imipas menjadi institusi yang lebih baik,” katanya.

IMG-20260203-WA0009

Randy kemudian mengulas faktor-faktor yang kerap menghambat kinerja, baik eksternal maupun internal. Ia mengibaratkan faktor eksternal seperti kotak korek api yang membatasi gerak kutu. “Kutu yang sebenarnya bisa melompat tinggi, karena dibatasi kotak korek api, akhirnya hanya melompat rendah. Ini gambaran faktor eksternal yang membatasi potensi,” jelasnya. Ia menambahkan, pembatasan kontribusi karena faktor eksternal, termasuk persoalan kesejahteraan, justru dapat menghambat pencapaian hasil maksimal. “Kalau kita menjadikan faktor eksternal sebagai alasan untuk membatasi kontribusi, yang terhambat justru gerak kita sendiri,” tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti faktor internal yang dianalogikan sebagai “rantai gajah”. Menurutnya, pola pikir negatif, rasa minder, dan ketidakpercayaan diri sering kali menjadi penghambat terbesar. “Rantai gajah itu faktor internal. Kita merasa sebagai bawahan, merasa tidak percaya diri, padahal kita punya ide yang lebih solutif dan efektif, tetapi tidak pernah disampaikan,” ungkap Randy.

Sebagai penutup, Randy mengajak seluruh ASN untuk tetap fokus pada kinerja, kontribusi, dan tugas masing-masing tanpa terpengaruh oleh suara-suara negatif. “Jangan khawatir dengan apa yang kita berikan, karena apa yang kita berikan pasti akan kembali sesuai hukum kekekalan energi. Fokus saja pada kinerja dan kontribusi,” pungkasnya. Ia pun mengajak seluruh jajaran menjadi bagian dari insan yang terbebas dari “kotak korek api” dan “rantai gajah” demi kemajuan Kemenko Kumham Imipas.