Jakarta, 8 Februari 2026 – Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas), Otto Hasibuan, secara resmi menutup Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) hasil kerja sama DPC Peradi Jakarta Barat dan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Minggu (08/02).
Dalam orasi ilmiahnya, Otto Hasibuan, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPC Peradi, menekankan pentingnya memahami marwah advokat sebagai organ negara yang bebas dan mandiri. Beliau mengingatkan bahwa UU Advokat telah memberikan delapan kewenangan negara kepada Peradi sebagai wadah tunggal (single bar), termasuk dalam hal pendidikan dan penegakan kode etik.
"Advokat memiliki hak imunitas. Anda tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana, di dalam maupun di luar pengadilan, sepanjang menjalankan tugas dengan iktikad baik untuk membela keadilan. Ini adalah perlindungan yang diberikan undang-undang agar Anda berani menegakkan hukum," tegas Otto di hadapan para peserta.
Beliau juga memaparkan perubahan paradigma hukum dalam KUHP nasional yang kini mengedepankan keadilan restoratif (restorative justice). "Hukum kita sekarang tidak lagi bernafaskan balas dendam, tetapi fokus pada pemulihan hubungan antara korban dan pelaku agar harmoni di masyarakat tetap terjaga," tambahnya.
Wakil Rektor III UAI, Yusuf Hidayat, menyambut baik kolaborasi ini dan berharap lulusan PKPA mampu memberikan warna baru di dunia hukum. "Kita harapkan dunia akademik dan praktis bekerja terus-menerus sehingga memunculkan teori-teori hukum baru yang membuat dunia hukum semakin menarik," ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Rektor II UAI, Achmad Syamsudin, menitipkan pesan agar para calon advokat selalu mengedepankan sifat officium nobile. "Bela-lah orang-orang yang tertindas, karena dari situlah kehormatan seorang advokat bermula," pesannya.
Ketua DPC Peradi Jakarta Barat, Suhendra Asido Hutabarat, mengapresiasi integritas para peserta dan menegaskan komitmennya untuk mencetak advokat berkualitas. "Harapan saya, tetaplah jujur dan cerdas. Kita konsisten menjaga kualitas sesuai amanat undang-undang," kata Suhendra.
Ketua Panitia PKPA, Desnadya Anjani Putri, menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme dan komitmen para peserta selama masa pendidikan. "Kehadiran Bapak Ketua Umum merupakan momen spesial bagi kami, karena ini pertama kalinya beliau hadir langsung di acara PKPA Jakarta Barat. Kami berharap ilmu yang didapat menjadi bekal berharga bagi rekan-rekan semua," ungkapnya
Kegiatan yang berlangsung sejak 23 Januari hingga 8 Februari 2026 ini resmi berakhir dengan diikuti oleh 122 peserta yang mencatatkan tingkat kehadiran mencapai 97 persen.